News

Zionis Israel Melarang Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa

Yerusalem (KABARIN) - Otoritas zionis Israel dilaporkan melarang pelaksanaan Shalat Idul Fitri di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, dengan alasan keamanan di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Larangan ini langsung memicu respons dari warga Palestina. Pada Jumat, mereka menyerukan umat Muslim untuk tetap datang ke kawasan Kota Tua dan melaksanakan Shalat Idul Fitri sedekat mungkin dengan Al-Aqsa, sebagai simbol berakhirnya bulan suci Ramadhan.

Situasi di lapangan sendiri dilaporkan cukup tegang. Sebelumnya, polisi Israel menggunakan pentungan, granat kejut, dan gas air mata untuk membubarkan warga Palestina yang mencoba melaksanakan shalat di luar tembok Kota Tua. Aksi itu merupakan bentuk protes atas penutupan akses ke Al-Aqsa selama Ramadhan.

Alih-alih suasana hari raya yang meriah, Yerusalem Timur justru diselimuti nuansa muram. Kawasan Kota Tua yang biasanya ramai oleh warga Palestina menjelang Idul Fitri kini tampak lengang, bahkan disebut menyerupai kota mati.

Pembatasan ketat diberlakukan oleh Israel dengan alasan larangan berkumpul. Tak hanya itu, pedagang Palestina juga dilarang membuka toko mereka. Aktivitas ekonomi praktis lumpuh, karena hanya apotek dan toko bahan pokok yang diizinkan tetap beroperasi.

Sejumlah pedagang Palestina yang enggan disebutkan identitasnya mengaku kondisi ini semakin menekan kehidupan mereka. Mereka khawatir akan tindakan balasan jika berbicara terbuka, namun mengakui bahwa pembatasan tersebut berdampak besar terhadap pemasukan dan keberlangsungan usaha.

Situasi ini menambah panjang daftar ketegangan di Yerusalem Timur, terutama di momen penting seperti Idul Fitri yang seharusnya menjadi waktu kebersamaan dan perayaan bagi umat Muslim.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: